Pagi itu sebelum ujian hari terakhir aku mendapatkan kabar dari ibu jika ayah telah mengalami serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Nak, kamu lanjutkan dulu saja ujiannya ya. Ayah baik-baik saja, nanti setelah ujian baru kamu mampir ke rumah sakit ya nak.” Seketika aku menjadi lemas usai membaca isi pesan dari ibu. Ibu mengatakan jika ayah mengalami serangan jantung. Tapi bisa-bisanya ibu masih menyuruhku untuk ikut ujian terlebih dulu. “Eh buruan ini kertas ujian lo.” “Eh mana kertas gue.” Kelas menjadi agak gaduh saat kertas sudah mulai dibagikan. Akupun segera kembali ke tempat dudukku yang sudah diberikan kertas oleh Tania. Pikiranku masih bercampur aduk. Rasanya semua bahan ujian yang suda

