Malam itu Andre tidak bisa menjawab pertanyaanku. Aku meninggalkannya begitu saja. Aku berjalan kaki menuju rumah seorang diri. Aku sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Andrepun juga berhenti mengejarku. Aku menangis sejadi-jadinya. Sesekali langkah kakiku terhenti. Aku menundukkan tubuhku dan membiarkannya sejenak dalam keadaan berjongkok. Aku menopangkan kepalaku di atas kedua lututku. Setelah sedikit tenang aku kembali melanjutkan perjalananku untuk pulang. Hari sudah larut, aku membuka pintu rumah dan segera menaiki anak tangga. Aku membuka pintu kamarku dengan lemas. Langkah kakiku sempoyongan. Aku terduduk di belakang daun pintu kamarku. Aku menyeka air mataku yang terus terjatuh. Aku menguncir rambutku dan beranjak memandangi diriku di cermin.

