BAB 57

1623 Words

            “Tapi Tan, ini semua pasti hanya sekedar salah paham saja.” jawabku.             “Sudahlah Nad, persetan dengan pembelaan darimu itu! Cepat pergilah aku sudah tidak ingin melihatmu lagi!”             Tanpa banyak bicara aku pergi meninggalkan Tania seorang diri. Aku berjalan dengan linglung saat menuruni anak tangga yang ada di kos-kosan Tania.             “Masalah baru apalagi ini?” ucapku dengan bersedih sembari menggunakan helmku.             Di dalam perjalanan aku terus saja menitikkan air mata. Rasanya bebanku saat ini sedang benar-benar berat. Aku tidak tahu harus bertindak seperti apa.             Aku kembali melajukan motorku untuk menuju ke rumah. Aku memarkirkan motorku di depan halaman rumah.             “Bruk!”             Motorku terjatuh karena aku tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD