Sudah nampak dengan jelas di kedua mataku jika saat itu Andre membalas lumatan lembut dari bibir Aira. Bahkan Andre menurunkan bibirnya hingga menjamah leher kiri Aira. Aira terus melihat ke arahku sembari menyeringai karena rencananya untuk membuatku cemburu telah berhasil. “Ah ouh, aaahh..” Aira terus saja dengan sengaja mendesah keenakan. Dia semakin menjadi-jadi membuatku untuk cemburu kepadanya. Aku sudah tidak tahan lagi melihat apa yang Aira sengaja lakukan untuk memprovokasi diriku. Aku mengambil tasku dan keluar dari kamar apartemen miliknya. Aku melewati sisi belakang Andre yang masih berpaku untuk membuat kiss mark pada leher Aira. Aku membuka pintu apartemen milik Aira dan menutupnya dengan keras. Aku sudah tidak tahan dengan s

