“Kamu nggak papa Nad?” tanya Farhan. Aku hanya menggeleng dengan ambigu tanpa memberikan jawaban. Farhan memegang lenganku dan membawaku untuk masuk ke dalam mobilnya. “Aku antar kamu pulang ya.” Farhan menawarkan kepadaku. Aku bukan murahan. Hanya saja aku sudah tidak tahu bagaimana caraku untuk pulang. Akupun akhirnya mengiyakan tawaran darinya. “Iya Farhan terimakasih.” ucapku dengan singkat. “Eh, gue balik duluan ya. Makasih udah bantuin gue sama Nadine tadi.” Farhanpun berpamitan kepada teman-temannya yang lain sembari melambaikan tangan. Farhan membukakan pintu mobil untukku. Ketika di perjalanan Farhan tidak banyak bicara, demikian pula aku. Farhan seperti sedang mencoba memberiku

