# "Kinan...." Karen mengerjap-ngerjapkan matanya. Silau. Ia kembali menutup matanya. Ia mengenal suara itu. Hanya satu orang yang memanggilnya dengan nama lamanya selain Arnetta dan kedua saudaranya. "Kinan..." Kali ini suara itu terdengar sangat nyata, seakan berbisik di telinganya. Hansel, ada disini? Karen membuka matanya perlahan. Di depannya ada Rosa, Tante Lusi dan Arnetta. Semuanya terlihat lelah dan pucat. Tapi, ia tidak menemukan Hansel. Seketika logikanya kembali, tidak mungkin Opa akan mengijinkan Hansel kembali. Ia tersenyum lemah. Betapa lemah hatinya selama ini sampai-sampai ia bisa bermimpi mendengar suara Hansel dengan begitu nyata. "Nona..." Tante Lusi menatapnya haru. "Kinan...melihatmu dan Rheina, aku benar-benar tidak ingin punya anak nanti." Rosa menghapus air

