Beberapa saat kemudian, Jade terbangun dan mencium aroma harum makanan di kamarnya. Ia menatap Dylan yang duduk di sampingnya seperti tadi, hanya saja pria itu sudah berganti pakaian dan sudah bercukur.“Hai,” bisik Jade sambil tersenyum. “Kau tampan.” Dylan tertawa dan bergerak untuk mencium bibirnya. Tadinya, ciuman itu hanya dimaksudkan sebagai sebuah kecupan, tetapi ketika Jade membuka mulutnya, kecupan tersebut berubah menjadi ciuman lapar dan rindu. Rasanya sudah sangat lama Jade tidak mencium Dylan seperti ini. Tangan Jade meraih leher Dylan dan meremas rambutnya yang tebal itu. Jade mengerang saat Dylan memperdalam ciumannya. Ia menyusupkan lidahnya, tetapi Dylan menjauh dan melepaskan ciuman mereka yang membuat Jade mengerang protes. Dylan terkekeh dan mengecupnya sekilas sebel

