Devan berusaha meredakan emosinya, ia tidak ingin terpancing dan akhirnya menjadi bumerang untuk rumah tangganya sendiri, berkali-kali ia menarik napas, berusa meredakan emosinya yang tengah membuncah, ia tidak menyangka kalau Ratu akan membawa laki-laki lain di rumah ini, apalagi dengan posisi mereka tadi yang sedang bergenggaman tangan, rasa kesal di hati Devan semakin tersulut. Beberaapa saat kemudian terdengar langkah kaki yang semakin mendekat, seperti itu Ratu dan Nelvan sudah pamit pulang. Benar saja, terlihat Ratu yang masuk ke dalam kamar dan duduk di sebelah Devan di tepi ranjang, ia tahu apa yang ia lakukan tadi salah, seharusnya ia tidak membiarkan Nelvan menggenggam tangannya seperti itu, seharusnya ia berusaha melepasnya dan tidak membiarkan laki-laki yang menyentuhny. Panda

