“Sil, batalkan semua schedule hari ini ya, saya lagi banyak pikiran jadi tidak bisa fokus untuk melakukan kegiatan apa pun itu.” Jujur Devan masih kepikiran dengan ucapan Ratu semalam, ia pikir wanita itu tidak pernah menyesal untuk menikah muda, ternyata ia salah, mungkin Devan juga salah karena meminta Ratu menjadi istrinya setelah lulus SMA, seharusnya Devan bisa menunda mungkin sampai Ratu selesai menempuh perguruan tinggi, tetapi sekarang nasi telah menjadi bubur, ia sudah memiliki anak kembar yang harus ia jaga dan rawat. Devan seketika merasa bersalah karena telah menjadi penghalang masa depannya Ratu. Sisil merasa keheranan, tidak biasa-biasanya Devan seperti ini, biasanya ia tidak pernah mencampurkan urusan pekerjaan dengan profesional, bukan Sisil namanya kalau tidak kepo, rasa

