Sebab seorang pengecut hanya berani mengancam dengan cara yang memalukan. . Laki-laki yang sedang berada di seberang meja itu tampak serius menanti jawabanku. Hingga ketika waktu yang diberikannya tersisa satu menit, laki-laki biadab itu tampak terbahak puas mendengar jawabanku. "Aku akan kembali." "Hahaha. Sayang, aku tahu kamu pasti akan kembali demi anak kita. Kamu adalah ibu yang baik, meski itu bukan demi aku. Aku sangat bersyukur memiliki istri sepertimu, Yas. Mulai sekarang aku berjanji akan berusaha keras untuk mendapatkan hatimu lagi." Aku memang bodoh telah mengambil keputusan ini. Akupun menyadari itu sepenuhnya. Tapi, jika menyangkut dengan Nari, jangankan menjadi bodoh, nyawa melayang pun aku tidak keberatan sama sekali. Tidak melihat Nari lagi selamanya. Putri yang

