Nafisah mengusap matanya yang entah sejak kapan sudah basah karena air mata. Wanita itu lmasih menunggu kata-kata selanjutnya yang diucapkan Ali. "... Sontak suasana yang tadinya penuh bahagia lantaran Nafisah menerima Ali berubah menjadi haru ketika Ali menghadap ke arah adiknya yang sedari tadi tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. *** Malam harinya, Nafisah dikejutkan dengan kedatangan Aditya dengan tiba-tiba. Untung saja sanak saudaranya belum pulang semua sehingga hal ini tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Aditya tidak bisa mengatakan apa pun, ia sedari tadi berusaha mendikte diri bahwasanya semua praduga yang ada di otaknya adalah salah, hingga begitu dirinya masuk melihat background putih dengan aksen navy lengkap dengan ukiran nama wanita yang pernah engkau istri

