49: Kisah Baru

284 Words

coba?" "Loh, kamu bawa motor?" Heran Ali yang membuat Nafisah menunjuk ke arah motor tepat di depan mobil Ali. Sontak pemuda itu membulat kan mulutnya kaget. Begitu mendengar nya, Ali langsung berlari keluar dari rumah, bukan apa-apa. Ali hanya takut jika terjadi fitnah di antara mereka berdua. Hingga begitu ia menemukan Nafisah yang membawa segelas teh hangat. Dirinya langsung mengutarakan maksud dan tujuannya mampir ke rumah yang sudah biasa ia singgahi ini. "Nafisah, mas rasa sudah cukup waktunya selama satu Minggu, bagaimana jawaban kamu?" Deg! kita ikuti omongan masyarakat, gak akan ada pernah habisnya. Paham sayang?" Nafisah terdiam, bukan karena panggilan sayang itu. Tapi ia merasa apa yang dikatakan oleh Ali ada benarnya. Selama ini ia selalu hidup di bawah bayang-bayan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD