Bab 38 : Rumah untuknya pulang

413 Words

Pernikahan? Boleh gak Aditya menertawakan diri sendiri, ia terlihat sangat b******n kalau membahas mengenai ini, bayangkan saja di saat satu pernikahan nya di ambang kehancuran, satu lagi menuntut untuk di sahkan secara negara. *** "A-apa? Kamu serius?" Tanya Nafisah gagu. Rio menjawabnya dengan anggukan lalu memeluk erat tubuh Nafisah yang bergetar hebat dengan Isak tangis yang mampu membuat ia merasa gagal seketika menjaga saudari satu-satunya yang ia miliki. "Mba, maaf. Maafkan Rio yang gak bisa jaga mba." "Kenapa takdir mba gini banget, Dek? Mba salah apa?" Tangis Nafisah dengan deru nafas yang tidak lagi beraturan. "Mba gak pernah minta aneh-aneh sana tuhan, mba hanya minta hal paling sederhana itu pun gak pernah terwujud, apa salah mba minta kehidupan yang bahagia?" genap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD