Nafisah tidak menjawab, namun gestur tubuh wanita itu seolah menunjukkan penolakan yang memohon Aditya. Dengan tersenyum miris ia menatap tangan yang dulu menjabat wali Nafisah dengan percaya diri. "Mas tahu mas bersalah, mungkin akan sulit melupakan semua luka itu, tapi mas mohon beri mas kesempatan, mas janji gak akan nyia-nyiakan semua kesempatan itu." kantung matanya dan juga lingkaran hitam yang menghiasi. "Kapan terakhir tidur dengan nyenyak?" Nafisah menggeleng, ia ingin menangis rasanya melihat saosok lain adiknya yang sangat menjaga ia dan Rio dari marabahaya. "Aku akan tidur dengan nyenyak hari ini. Kamu jangan khawatir, " ujar Nafisah yang mencoba untuk meyakinkan remaja di depannya. permasalahan ini, Hah?" Arzan menatap Andini dengan alis terangkat seolah mengejek wan

