"Mas harus makan banyak, biar cepet pulang ke rumah," ujar Andini sembari menyiapkan bubur ke Aditya. Pria itu tampak melirik ke arah pintu berulang kali seolah tengah menanti kehadiran seseorang. Andini melihat ke arah yang ditunjuk Aditya, lalu tersenyum sumringah seolah itu adalah kabar baik dan membahagiakan. "Itu surat dari pengadilan agama, dan sudah di tanda tangani Nafisah." Akh iya, satu lagi! Arzan sudah kembali tenang dan tertidur setelah puas menghajar Aditya, bahkan remaja itu ingin melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib, namun langsung ia cegah, lantaran akan merusak nama keluarga besar. Dan sekarang yang tengah berdiri di depannya Plak! "?" "Jangan kegeeran kamu, mas Adit gak akan pernah cinta sama kamu, camkan itu!" "Oh ya? Yaudah, lalu kenapa mba ke si

