Bab 18 : Tingkah aneh

392 Words
*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Aditya menatap rio dengan kaget, tidak mungkin kan adik iparnya ini melihat dirinya tadi bersama dengan Andini? "Kenapa? Terkejut hem?" Tanya Rio dingin yang membuat Aditya bergidik sendiri merasakan aura yang tidak enak dari sekitar Rio. "Kok malah ngobrol di luar, ayo masuk. Mas Nafisah udah masak tau, makanan kesukaan mas semua." Ujar Nafisah riang yang langsung menarik tangan Aditya. Tampak wanita itu merasa sangat senang sekali melihat kehadiran suaminya. Sangat berbanding terbalik dengan Rio yang sudah berdecih tidak suka dan rasanya ingin menghajar lelaki itu saja. "Gue mandi dulu dong, Nafisah. Ya kali langsung makan," ucap Aditya sembari tersenyum geli melihat respon istrinya yang mengerjap lalu menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. "Hehehe... Yaudah, mandi dulu deh. Nafisah siapkan airnya dulu yah." Nafisah berjalan menuju kamar mereka, meninggal kan dirinya bersama dengan Rio yang sedari tadi menatapnya dengan tajam. Sepertinya dugaan nya di awal benar, Rio melihatnya bersama dengan Andini. Apa Rio juga melihat dirinya nganu di mobil? Tapi tidak mungkin kan, toh dirinya bermain aman di tempat sepi. . Tidak! Nafisah belum boleh meminta pisah. . Dan pada sore hari itu, Aditya kembali mengulang kegiatan panasnya namun dengan wanita berbeda, ia bahkan tidak pernah puas dengan Nafisah meskipun gadis itu dan dirinya sudah pelepasan yang kesekian kalinya, dan semua tempat di kamar mereka menjadi saksi bisu kegiatan panas yang entah mengapa Aditya rasa adalah percintaan yang paling terbaik selain saat ia mengambil perawan istrinya. . "Enak banget, ini namanya apa?" Tahta aditya riang sambil mengangkat sepotong ayam dan tahu ke atas. Rio melirik Aditya dengan heran dan geli ilfil, menatap Aditya seolah pria itu berasal dari dunia lain. Masa ayam semur aja gak tau. . "Mas, makan. Kenapa malah ngeliatin Nafisah?" "Iya, ini gue makan, lu juga makan. Nah aaa..." Aditya menyodorkan sesendok nasi dan lauknya ke arah Nafisah. Nafisah membuka mulutnya dan menerima suapan dari Aditya, kegiatan itu terus berulang membuat Rio yang melihatnya muak dan pada akhirnya meninggal kan meja makan begitu selesai. Kepergian Rio membuat Aditya semakin bertanya-tanya, tidak mungkin permasalahan yang sudah lebih dari sebulan yang lalu masih menimbulkan amarah bahkan terlihat adik iparnya itu sangat membencinya. Kemungkinan Rio melihat dirinya dengan Andini tadi juga kecil, tapi yang kecil ini biasanya yang menjadi permasalahan yang cukup besar kan? "Kalian ada masalah, apa? Karna Rio gak bakal kayak gitu kalau gak ada masalah."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD