Bab 20 : Sakitnya Nafisah

236 Words
Andini semakin merasa kecewa, pertanyaan Aditya seolah menyerahkan semua nya kepada dirinya sendiri, tidak ada upaya lelaki itu untuk memperbaiki keadaan. " suaminya sampai seperti sedang bersujud padanya. "Biar Nafis aja, mas mending bersih-bersih dulu baru ke sini kita makan malam. Cepat yah, Nafis lapar hehehe..." Cengir Nafisah sembari mengusap perutnya. Sekitar 20 menit kemudian, Sule sampai di rumah sakit terdekat. Ia langsung membopong tubuh Farrel dan berteriak memanggil perawat agar anaknya cepat Nadiangani. " Terlihat sang istri yang berlalu dan masuk ke dalam kamar inap anaknya tanpa mengajak dirinya sama sekali. Begitu Sule masuk ke dalam, ia melihat pemandangan yang sangat melukai hatinya. Di mana sang istri menangis tersedu-sedu sambil mengusap wajah anaknya yang masih pucat pasi dan panas yang tinggi. Bahkan baju anaknya sudah dilepas agar cepat penurunan panasnya. " masih menangis di samping sang anak. "Kok bisa? Abang kenapa?" Tanya Patwa. Sule hanya menggeleng tidak tau, ia juga sama terkejutnya dengan Patwa, rasanya detak jantungnya belum berdetak dengan normal, karena melihat kondisi sang anak yang terkapar di lantai kamar yang dingin dalam keadaan yang mengenaskan. "Udah periksa sama dokter?" "Dokter visit sekitar jam 2 nanti. " Patwa melihat jam tangannya, dan masih ada satu jam lagi jika tidak jam karet dokter itu akan memeriksa keponakan pintarnya. "Yaudah, Abang pasti sehat, gak kenapa-napa. Abang kan anak kuat," Patwa beralih menatap Nadia yang sedari tadi diam menatap sang Anak yang masih tidak sadarkan diri. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD