“Tuh, kan. Kamu butuh istirahat.” Varlo lalu menggendong Jasmine. Jasmine menahan tawa. Dia bergerak hingga turun dari gendongan Varlo. “Aku cuma bercanda.” Dia menepuk pundak Varlo lalu mengedipkan mata. Varlo mengembuskan napas. Dia sangat khawatir Jasmine kenapa-kenapa. “Ck! Jangan bercanda lagi kayak gitu. Bikin jantungan.” “Iya maaf.” Jasmine tidak percaya Varlo menganggap itu serius. Padahal sebelum-sebelumnya lelaki itu bisa diajak bercanda. “Kamu mau sarapan apa?” “Terserah kamu.” Varlo kembali berbaring di sofa panjang. Kedua tangannya terlipat di depan d**a lalu matanya terpejam. Jasmine geleng-geleng melihat tingkah Varlo. Kemudian dia berbalik, mencuci muka setelah itu mencari sarapan untuk suaminya. Saat melangkah Jasmine merasa perutnya kembali bergejolak. Dia memijit te

