Lelaki berkemeja biru dongker itu keluar dari ruangan. Dia melepas dua kancing teratas kemejanya kemudian menarik keluar bagian bawah kemeja. Sambil berjalan dia mengacak rambut, membiarkan rambut lebatnya berantakan. Sambil melangkah, dia merogoh ponsel. Dia mencari kontak istrinya dan menghubunginya. Tut... Tut... Tut... Varlo menghela napas panjang karena panggilannya tidak dijawab. Dia menekan kontak Jasmine lagi dan mencoba menghubungi. Tut... Tut... Tut... Hasilnya masih sama. “Ck!” Varlo memasukkan ponsel ke saku celana lalu menekan tombol lift. Dia sebal jika Jasmine tidak bisa dihubungi seperti ini. Berkali-kali dia memberi pesan Jasmine, agar membawa ponsel ke manapun wanita itu pergi. Namun, berkali-kali pula Jasmine tidak mengindahkan permintaannya. Tring. Varlo masuk lif

