Lelaki dengan rambut yang dipotong tipis itu duduk di meja makan. Tangan kirinya mendekap cangkir sedangkan tangan kanannya mengaduk secangkir kopi itu. Pandangannya tertuju ke depan, tampak menerawang. Sesekali dia mengembuskan napas dengan berat. Tak... Tak... Saat mendengar suara sendal itu, Varlo langsung menegakkan tubuh. Dia menatap depan, melihat bayang-bayang seorang wanita berambut pendek mendekatinya. “Jasmine!” Dia berdiri dan berjalan mendekat. Jasmine tersenyum melihat Varlo. “Kamu nggak ada di kamar, makanya aku cariin.” “Aku lagi bikin kopi.” Varlo mengusap puncak kepala Jasmine. “Si kecil kamu tinggal sendiri? Kamu butuh apa? Aku ambilin. Sekarang kamu ke kamar.” Sudut bibir Jasmine tertarik ke atas. Dia tahu, Varlo sebenarnya sangat lelah. Terlihat sekali mata lelaki
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


