21

1082 Words

"Apa loe cinta sama Rana? Kalau lo gak bisa ngebahagiain dia, lepasin dia dan biarin dia bahagia bareng gue" "Ariel" bentak gue karena Ariel seberani itu nanya ke Kak Raka. "Jangan bawa-bawa masalah pribadi saya disini, anda mengganggu proses mengajar saya" jawab Kak Raka datar dan sama sekali gak natap gue. Sekilas para mahasiswa/i disini keliatan pada kaget semua. "Gue anggap itu sebagai jawaban lo Ka" dan Ariel langsung narik tangan gue keluar, "Riel, lo bener-bener ngancurin semuanya, lo gak seharusnya nanya kaya gitu ke Kak Raka barusan" lirih gue nyoba nahan isak tangis gue dari tadi. "Berhenti nangis Ran, gue mohon" pada akhirnya tangis gue pecah gitu aja, ada rasa sedih, kecewa dan takut dihati gue di saat bersamaan. "Wah, begini kelakuan kamu kalau gak ada Raka, beneran gak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD