Setelah selesai sarapan bersama, mereka duduk-duduk diruang keluarga. "Rel, Daddy kekantor dulu yaa. Kita kerumah Mommy nanti aja." Farel cemberut mendengar ucapan Daddynya. "Maunya sekarang Daddy! Farel udah gak sabal ketemu Mommy, Gilang, kak Alsen, Kak Lala, sama kak Zia." "Iyaa Dad, Ean pengen main sama meleka. Meleka itu baik mau main sama kita." "Iyaa sayang, tapi Daddy harus ke kantor dulu. Kerjaan Daddy di kantor banyak banget." "Gini aja deh Dad, Daddy boleh pelgi kelja, tapi kami tinggal di lumah Mommy," ucap Farel dengan mencoba memberi penawaran pada Daddynya. "Daddy pikirin dulu." "Raf, siapa sih yang mereka maksud dengan Mommy? Kok kayaknya anak-anak kamu lengket banget sampe gak mau pisah gitu. Padahal baru jumpa sehari, mulut Mama gatel mau nanyain ini dari tadi ma

