Bab 84 Pagi Manis Pengantin Baru Ajeng terbangun dengan wajah lelahnya. Saat ia membuka mata, ia melihat tirai jendela kamar sudah dalam kondisi terbuka. Di sampingnya, Adam sudah tidak ada, entah pergi ke mana. Menutup matanya lagi, Ajeng pun mengingat kejadian semalam. Malam pertama yang sudah mereka lalui sebagai pasangan suami istri secara sah. Tanpa sadar, Ajeng malah meringis, teringat wajah Adam yang berada di atasnya sedang menatap ke arahnya dengan pandangan dalam. “Aaahh,” jerit Ajeng. Kalau keinget kejadian semalam jadi malu sendiri, pikirnya. “Tapi, Mas Adam ke mana ya?” tanya Ajeng sambil melihat kamar mereka yang masih berantakan. Ah, mumpung Mas Adam nggak ada, aku harus beres-beres. Ajeng mengambil pakaiannya lalu memakainya kem

