Bab 78 “Jeng, kemarin kamu ke mana? Kok nggak masuk kuliah sih?” tanya seorang teman kampusnya saat melihat Ajeng baru datang ke kelas dan duduk dengan nyaman di kursi yang masih kosong. Ajeng tersenyum tipis. “Gue balik kampung dulu kemarin. Ada urusan,” kata Ajeng. Teman Ajeng yang baru saja bertanya, Aminah, teman sekelas itu malah tak sengaja melihat cincin yang baru dilihatnya melingkar di jari manis Ajeng. “Wah cincinnya bagus banget!” puji Aminah sambil memperhatikan cincin Ajeng yang bertahtakan berlian. Kok kayak cincin nikah gitu ya? Pikir Aminah. “Lo udah tunangan, Jeng?” “Eh? Ngg….” Ajeng bingung ingin membalas apa. Ia tidak mau berbohong, tapi apakah kalau jujur semuanya akan baik-baik saja? “Hayo, Ajeng!” Belum juga

