Bab 133 Kasus Tabrak Lari Setelah seharian berada di rumah orang tua Ajeng di kampung, Adam mengajak pulang istrinya keesokan malamnya. Banyak hal yang berubah, meskipun tetap agak canggung. Mereka mencoba bersikap seperti biasanya lagi. Adam mencoba melakukan yang terbaik dan mengurangi egonya yang tinggi. Sedangkan Ajeng mencoba ikhlas dan bersikap sabar dengan apa yang sudah terjadi antara suaminya dengan wanita lain. Bagi Ajeng, ibu menasihatinya dengan benar. Sekarang yang ada di otaknya saat ini adalah bagaimana caranya tidak lagi terlalu bergantung pada sang suami. “Kamu mikirin apa sih, Jeng?” tanya Adam sambil menyetir kemudi mobilnya. Ajeng melirik ke samping. Menatap suaminya sejenak lalu menggeleng pelan. “Aku nggak lagi mikirin apa-apa kok, Ma

