Bab 41 Mengobrol dengan Mama Santi Gadis itu berdiri di depan sebuah rumah yang tak asing di depannya lalu mendesah pelan. Ia meyakinkan dirinya untuk beberapa saat kemudian memasuki gerbang rumah yang sudah terbuka itu. Berjalan masuk, akhirnya Ajeng sampai di teras depan rumah. Ia memencet bel di rumah itu lalu menunggu di depan pintu ganda rumah yang ia kunjungi. Menunggu beberapa saat, pintu di depan Ajeng pun terbuka. Ibu Santi, mamanya Adam dan Iham yang membukakan pintu. Terlihat cantik dengan blouse bermotif batik. “Ajeng ... kamu sudah sampai?” tanya Mama Santi berbasa basi. “Iya, Tante.” Mama Santi memperhatikan penampilan Ajeng untuk beberapa saat lalu tersenyum miris. Penampilan Ajeng sangat berbeda jauh dengan Irish.

