Ajeng baru saja pulang dari kampus barunya. Ia berjalan dengan santai di pinggir jalan. Pikirannya melayang mengingat biaya kuliahnya yang sangat besar. Ajeng bukan berasal dari keluarga kaya. Apalagi sekarang ia tidak punya ayah lagi. Keinginannya untuk kuliah atas dasar hatinya. Keinginan terbesarnya. Ia akan mencoba untuk kuliah meskipun harus bekerja sangat keras untuk menutup seluruh biaya kuliahnya. Bunyi telepon mengganggu Ajeng yang masih berjalan dengan pikiran penuh beban. Saat ia mengecek ponselnya, Ajeng melihat nama Tante Santi di layar. "Halo, assalamu'alaikum, Tante," sapa Ajeng memulai panggilan masuk. "Wa'alaikum salam, Ajeng. Kamu lagi di mana? Kamu sedang sibuk atau nggak?" "Nggak, Tante. Saya nggak sibuk. Ada apa ya, Tante?" "Nggak ada apa-apa sih. Tante cuma

