Adam bangkit dari kursi lalu berlutut di depan Ajeng dengan wajah seriusnya. "Saya nggak mau penolakan, Jeng! Kamu mau kan menikah dengan saya?" "Ap, apa?" Ajeng menggeleng cepat. "Kenapa jadi begini, Mas? Aku kan udah bilang kalau lebih baik kita nggak meneruskan kebohongan ini! Mending Mas Adam bilang ke Tante Santi dan Om. Aku nggak mau lagi ikut campur masalah ini." Tatapan mata Adam mulai tajam. "Aku serius, Jeng! Aku nggak suka sebuah penolakan." "Tapi, Mas. Aku nggak mau menikah dengan laki-laki yang tidak kusukai." Adam berdecak. "Kamu pikir saya suka sama kamu?" balas Adam. "Saya cuma mau menyenangkan hati Mama saya. Saya nggak punya pilihan lain. Karena daripada menikah dengan Irish, lebih baik aku menikah denganmu." "Kenapa begitu?" "Karena aku maunya KAMU!" Ajeng bingung

