51. Kebohongan

1578 Words

"Hans?" Suaraku terdengar gugup saat melihat sosok Hans di depan pintu ruanganku. "Hans? Kamu kenal dengan dokter Hans?" Kali ini Rifki yang menatapku dengan wajah bingung. "Hans sepupuku," sahutku singkat dan masih menyisakan rasa terkejut kenapa Hans bisa berada di sini. Di sini bukan rumah sakit tempatnya bekerja, harusnya dia nggak tahu jika aku berada di sini. "Oh! Mas Rifki, kok bisa ada di sini?" sapa Hans pada Rifki. "Kami teman waktu kuliah dulu dan kebetulan waktu semalam dia dibawa dengan keadaan nggak sadar, aku sedang dapat tugas jaga," sahutnya. "Katanya seluruh keluargamu di luar kota," ucap Rifki setengah berbisik padaku. Kebohonganku sepertinya ketahuan oleh Rifki. Aku melupakan jika saudara sepupuku yang satu ini berprofesi sebagai dokter. Aku hanya diam nggak menang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD