Bab 20

1227 Words

Aku berpikir sejenak, sebelum akhirnya aku mengatakan akan mempertimbangkan tawaran Bang Edy. “Oke, Bang, nanti saya pikir-pikir lagi,” jawabku. “Baik, tapi kamu harus pikir matang-matang ya, jangan sampai menyesal! Ini posisi elit, kenang-kenangan selama jadi taruna!” respon Bang Edy. Malah dia yang sepertinya paling terobsesi agar aku ikut. “Dimengerti!” jawabku. Kami pun berpisah di pertigaan lorong, karena blok asrama kami berbeda. Aku baru saja selesai seminar yang intinya mempelajari tentang strategi dan taktik tingkat lanjut. Semester lalu untuk pengenalan studi ini nilaiku tidak terlalu memuaskan. Mungkin ini sebabnya juga kenapa Zulifikar tak mempercayai kata-kataku saat latihan lapangan beberapa waktu lalu. Tapi semoga ini hanya pikiranku saja. Aku yakin Zulfikar pasti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD