-AYU- “Ceritanya panjang, tapi intinya aku ketemu Erfan. Udah gitu aku diantar pulang pula,” Tias bercerita padaku. “Cie... cie... harum kembang tujuh rupa mulai tercium sampai ke sini nih,” gurauku. “Kembang tujuh rupa? Ya kali bahan sesajen,” jawabnya sambil tertawa. “Bukan, maksudku, aku udah mulai mencium wangi hati yang berbunga-bunya,” jawabku sambil terkikik. “Tapi beneran Erfan anter kamu lagi?” tanyaku penasaran. Sejujurnya aku sangat senang. Serasa aku sendiri yang mengalaminya. “Serius. Dan... you know what, besok Erfan mau jemput aku buat ke kampus dong!” Jawabnya. “Parah, parah banget!” aku merespon dengan senang. “Iya, motor aku masih di bengkel, besok atau lusa abang tukang bengkelnya bilang, baru bisa dijemput, So...” “Wow, kamu seneng dong, Ti?” aku menco

