Bab 31

1232 Words

“Kalau begitu, saya pamit sekarang! Baik-baik ya! Salam untuk Sertar Solehudin,” Bang Edy menepuk pundakku. Kemudian memeluk tubuhku dengan erat, sebelum akhirnya ia masuk ke dalam bus dinas yang akan mengantar rombongan. “Siap! Pulang dengan selamat, Bang! Jaga diri juga!” responku. Mungkin ini adalah sedikit simulasi kelak ketika para prajurit harus pamit untuk bepergian karena tugas negara, pada keluarganya. Suasananya pasti akan terasa haru semacam ini. Padahal ini hanya pelayaran biasa yang tujuannya masih dalam koridor pendidikan, rasanya sudah seperti akan berpisah selamanya dengan Bang Edy. Tak terbayang jika alasannya karena perang atau misi perdamaian di daerah konflik, bagaimana perasan para keluarga yang ditinggalkan, mungkin sudah tidak dapat dideskripsikan lagi. Memikirka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD