Bab 29

1261 Words

-SATYA- Kami bertiga memutuskan untuk kembali ke kesatrian setelah selesai mengantar keluargaku ke bandara sore ini. Mas Su akan mengembalikan mobilnya ke tempat kerabat, kemudian menjemput Bang Edy dan La Ode yang sudah menunggu di rumah Bulik Surtiem. Di perjalanan pulang menuju rumah Bulik, kami berjalan menyusuri trotoar. Jarak rumah Bulik dan kerabat Mas Su yang lainnya saling berdekatan, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. “Tadi itu siapa, Sat?” Udin membuka obralan. “Temen,” jawabku singkat. “Temen tapi kelihatannya serius banget,” komentarnya. “Oh gitu?” responku datar. “Ah, saya tahu, dia itu emang temen, terus jadi pacar, dan sekarang udah jadi mantan, iya kan?” Udin tertawa mencoba mencairkan suasana. Aku tidak mau merespon. Pasti nanti urusannya akan jadi panjan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD