bab 143

2161 Words

Pagi itu, seperti biasanya Bekti menyerahkan Nasya pada Mbak Uni untuk di suapi lalu di mandikan setelah wanita pengasuh Nasya itu datang. Bekti selalu memasak untuk sarapan sang putri baru setelahnya lelaki itu mandi. Hanya saja ada yang berbeda di pagi ini, usai lelaki itu mandi dan keluar kamar dia mendengar Mbak Uni berbincang dengan seseorang yang suaranya amat dia kenal. Nasya juga terdengar berceloteh riang, rupanya bocah itu duduk di pangkuan sang nenek yang datang dengan membawakan bocah itu beberapa mainan. "Ma, udah lama?" tanya Bekti pada wanita yang lalu dia salami, dengan penuh hormat Bekti mencium punggung tangan Bu Puji meski wanita itu bukan lagi ibu mertuanya tetapi Bekti tetap menyayangi dan menghormatinya dengan sepenuh hati. "Belum begitu lama, sih," jawab Bu Puj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD