bab 144

2079 Words

"kenapa, Mas?" tanya Ela menyadari Bekti memikirkan sesuatu setelah membaca pesan yang di terimanya. "Vera ngajak ketemu, katanya ada yang harus dia bicarain. Masalah kerjaan, sih," jawab Bekti, senyum di wajah Ela menghilang sesaat lalu kembali muncul, ia tidak ingin Bekti menyadari kekesalan yang tiba tiba begitu terasa di hatinya. "Ya udah kalau Mas Bekti mau ketemu sama Vera pergi aja, aku nggak apa apa kok, aku bisa makan nasi goreng sendiri," kata Ela tanpa melanjutkan langkah kakinya, kini mereka masih berdiri bersebelahan di tepi halaman terbuka tempat kost Ela yang memang di sediakan sebagai tempat parkir kendaraan para penghuni kost. "Sebenernya sih males juga, tapi enggak enak sama Mama Puji karena ini ada hubungannya juga sama beliau. Seenggaknya Mas emang harus sekali la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD