bab 145

2034 Words

"Senyum senyum, chatingan sama siapa, sih, Sayang?" tanya Samuel saat melihat sang istri duduk di kursi meja makan, lelaki yang baru saja turun dari lantai dua bersama sang putra langsung mencium kening wanita tercintanya itu. Abraar yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya langsung duduk di kursinya di hadapan kedua orang tuanya yang duduk berdampingan. "Ela, dia minta ijin buat ngajak Abraar jalan jalan lusa, sama Mas Bekti juga katanya," jawab Meisya sembari meletakkan ponselnya di atas meja lalu mengambilkan nasi untuk sang suami, seperti biasa dirinya sudah bangun sejak matahari belum bersinar untuk memasak dan menyiapkan sarapan, tugas Samuel adalah membantu Abraar bersiap siap ke sekolah lalu mengantarnya sekalian berangkat ke kantor. Samuel tampak tertarik dengan jawaban sang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD