bab 141

2125 Words

"Om Reza ... Aku mau punya dedek bayi dong!" Abraar berlari kecil keluar ruangan sang ayah lalu berkata demikian saat melewati depan meja Reza, pemuda yang sedang fokus membaca sebuah file mengangkat kepala lalu tersenyum mendengarnya, pemuda itu akhirnya menggeleng gemas melihat Abraar berlari menjauh. Reza tahu jika Abraar pasti akan memberitahu semua orang yang ada di kantor itu tentang apa yang baru bocah itu katakan padanya. "Mbak Jenar, Tante Ela ... Aku mau punya dedek bayi, aku mau jadi Mas beneran!" pekik Abraar sambil berlari mendekati kedua wanita itu, tentu sama suara lantang bocah itu membuat para karyawan memperhatikannya lalu ikut tersenyum bahagia, bukan hanya karena berita bahagia yang sedang bocah itu umumkan tetapi juga karena melihat Abraar begitu gembira termasuk k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD