bab 140

2020 Words

Lelaki yang memang memiliki wajah rupawan sehingga banyak di gandrungi lawan jenis sejak remaja itu mendorong sang putri yang duduk di strollernya, bocah berusia satu tahun itu asik bermain dengan mainannya sambil sesekali tersenyum pada sang ayah. Orang tua tunggal yang ia miliki. Beberapa kardus s**u, makanan ringan dan perlengkapan mandi sang putri berada di bagian bawah stroller itu. "Kita makan dulu, ya, Nak. Papa laper," ucap Bekti pada sang putri karena saat itu memang sudah mendekati waktu makan malam. "Mamam mamam," sahut Nasya seolah gadis kecil itu menyahuti ucapan sang ayah, lelaki itu tersenyum melihat kepandaian sang putri yang semakin lama semakin banyak. "Tapi makan apa, ya, Nak, yang enak," kata Bekti yang mendorong kereta bayi sang putri di area food court pusat p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD