"Kalau memang itu yang sudah Tuhan takdirkan tentu aja kita harus mengimaninya kan," jawab Bekti netral untuk pertanyaan Ela yang cukup frontal. "Kalau gitu aku akan mengamininya," sahut Ela sambil tersenyum, "enggak apa apa kan kalau aku Aminin?" Kedua insan itu terdiam beberapa detik seolah Bekti tidak siap mendengar pertanyaan yang Ela berikan dan tidak tahu harus menjawab apa sedangkan Ela hanya tersenyum jahil lalu mengalihkan pandangannya pada Nasya. "Sayang, udah selesai makannya, kita jalan jalan, yuk," kata Ela sambil mengangkat tubuh mungil bocah itu dari kursinya, Bekti tersentak dari diamnya menyadari jika Ela pasti hanya bercanda. Gadis itu memang berkepribadian ceria dan suka ceplas ceplos. "La, kamu pake mobil Mas aja, keperluan Nasya udah Mas siapin di dalemnya. Nas

