bab 89

1574 Words

"Sayang, aku denger Reza sakit?" tanya Meisya pada sang suami yang tengah menyeruput kopinya yang masih hangat, pagi itu kota mereka di guyur hujan memang tidak terlalu lama hanya sejak pukul lima pagi hingga kini pukul enam tiga puluh, hujan yang tidak terlalu lebat tetapi cukup menyejukkan kota yang biasanya selalu panas. Sepertinya hujan kali ini adalah awal pertanda jika akan segera terjadi pergantian musim, Meisya dan Samuel duduk bersantai di teras rumah sambil menatap rintikan hujan yang masih membasahi halaman rumah mereka. Sarapan sudah selesai Meisya siapkan tetapi karena hari ini adalah hari Minggu maka mereka bisa sedikit bersantai, apalagi Abraar juga belum bangun dadi tidurnya sepertinya hujan yang turun membuat bocah itu semakin nyaman dengan tidurnya. "Iya, sejak kita d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD