Mendengar jawaban Jenar, Reza menurunkan bagian belakang kemeja yang dia naikkan hanya dengan menggerakkan bahunya hingga kemeja yang tersingkap itu turun, pemuda itu menoleh agar bisa menatap wajah Jenar yang memerah. "Lemes kenapa? Kamu sakit juga padahal kamu enggak berendam di air jangan bilang kamu juga masuk angin," omel Reza sambil menelisik ekspresi wajah Jenar, gadis itu mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali untuk mengusir rasa malunya. Tidak mungkin dia mengakui jika lemasnya itu akibat rasa malu karena telah menyentuh tubuh pemuda itu apalagi sekarang jantung gadis itu malah berdetak tidak karuan. "Enggak, mungkin karena aku laper. Pak Reza juga harus makan biar bisa minum obat, aku cari makanan dulu di dapur, ya," jawab Jenar sembari menaruh balsem dan yang logam di a

