bab 149

2056 Words

Mereka berdua masih asik di atas sofa, sang keponakan antusias menceritakan tentang cara mendapatkan dan segala tingkah polah binatang peliharaan kesayangan barunya sedangkan sang tante mendengarkan meski dengan pikiran yang bercabang cabang, sesekali bahkan Abraar harus mengulang panggilan agar sang tante memberikan responnya. Meisya yang sudah selesai menyiapkan makan malam ke ruang tengah untuk memanggil mereka berdua tetapi tidak kuasa untuk tidak menggelengkan kepala heran melihat bungkus coklat berserakan di atas meja. "Ya ampun, kalian, makan coklat banyak banget begitu! Kan mau makan malam!" Omel Meisya membuat Abraar dan Ela menatapnya, gadis itu hanya nyengir kuda menatap sang Kakak lalu tersadar dan segera mengambil kertas pembungkus coklat yang berserakan untuk membuangnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD