"Nar." "Hem?" Kedua bola mata indah itu terbuka lebar dengan tatapan lembut, masih dapat Reza lihat binar bahagia di kedua mata itu, senyum di wajah cantiknya masih menyiratkan gambaran gembira seperti saat gadis itu menatap aksesoris rambut yang di belinya tadi padahal saat ini Jenar dan Reza sudah ada di dalam mobil yang sama untuk kembali ke kantor. "Kamu kayaknya sayang banget sama Nasya, sampe beli beliin jepitan rambut segala, kayaknya kamu selalu mikirin dia," kata Reza sembari menyalakan mesin mobilnya, Jenar tersenyum ringan mendengar perkataan Reza tersebut. "Bukan selalu mikirin dia tapi langsung keinget aja pas liat jepitan rambut lucu lucu, aku tuh emang suka banget ama anak kecil apalagi kalau dia cewek," terang Jenar, Reza hanya diam mendengar. "Dulu, waktu masih s

