108

1564 Words

"Nar, kamu nggak bawa bekel kan. Makan bareng kita yuk," ajak Wulan saat jam makan siang telah tiba. "Hus! Kamu nih gimana sih, Lan, Jenar ya mau makan siang sama ayangnya lah!" Sambar Herni membuat Wulan membulatkan bibirnya spontan. "Oh iya, ya, kok bisa aku lupa. Jenar pasti makan siang sama Mamasnya," jawab Wulan sambil tertawa cekikikan, Jenar hanya menggelengkan kepala heran dengan kedua orang itu yang seolah tidak pernah lelah menggodanya. "Aku emang di ajakin makan siang, tapi bukan berarti kami yayang yayangan ya. Pak Reza cuma nau bales donat itu aja kok, aku juga bikinin Pak Reza donat sebagai permintaan maaf karena kemaren udah bikin dia kesel pas di rumah Pak Samuel," jawab Jenar setelah merasa siap menjelaskan, sedari tadi gadis itu hanya diam malu saat mereka meledekny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD