"Mas." "Mas ...." Reza akhirnya menoleh saat merasa kenal dengan suara itu dan merasa panggilan itu untuknya, dan benar saja di belakang sana Jenar berlari kecil mengejarnya. Spontan sebuah senyum tercetak sempurna di wajah tampan pemuda itu sebuah gambaran dari hatinya yang berbunga bunga. Reza tidak yakin alasan Jenar memanggilnya Mas karena memang gadis itu ingin, mulai terbiasa atau hanya karena sisa paksaannya semalam tetapi setidaknya panggilan itu terasa menyenangkan di telinganya, di hatinya juga. "Kamu baru dateng?" tanya Reza saat gadis itu semakin mendekat, lobi gedung itu memang selalu ramai pada jam pulang dan berangkat kerja seperti sekarang ini. "Iya, aku sedikit kesiangan," jawab Jenar dengan sedikit tawa, Reza hanya tersenyum manis karena gadis itu belum terlamba

