"Sayang, kok Bekti udah di sini pagi pagi gini?" Dengan kedua mata terbelalak Reza menanyai sang kekasih yang berdiri di ambang pintu sambil menggendong Nasya. "Mas Bekti enggak di sini, emang di kamu yang hobi ke sini sebelum matahari bersinar," kata Jenar sambil tertawa kecil, Reza malah berdecak kesal untuk menutupi rasa malu karena sang kekasih meledeknya. "Papppa ... Pappa ...." Celoteh Nasya sambil mengacungkan tangan dengan tubuh yang dia condongkan ke depan tanda ingin Reza menggendongnya. "Kok kamu panggil aku Papa, aku bukan Papa kamu," kata Reza sambil menatap Nasya, perlahan bibirnya melengkungkan senyum gemas. "Nasya kan belum pinter ngomong, baru bisa panggil Papa jadi ya semua cowok dia panggil Papa, Mas. Kaku banget sih sama anak kecil," kata Jenar, Reza hanya nyeng

