"Sayang ...." "Sayang kamu kenapa?" Samuel mengangkat sang istri lalu membaringkannya di atas ranjang, lelaki itu terlihat begitu cemas meski saat berada dalam gendongannya Meisya telah membuka mata. "Aku telpon dokter dulu," kata Samuel setelah membaringkan sang istri, wanita itu terlihat sedikit pucat dengan tubuh lemas dan kening berkeringat. Beberapa hari ini memang Meisya sering mengeluh tidak enak badan tetapi selalu menolak saat Samuel mengajaknya ke dokter. "Sayang, enggak usah," kata Meisya dengan suara lemasnya, Samuel urung melangkah dan kembali menatap sang istri dengan tatapan cemas. "Enggak usah gimana, kamu pingsan loh," kata Samuel gemas dengan sang istri yang selalu menolak di periksa meski dirinya begitu cemas. "Aku cuma butuh pelukan kamu," kata Meisya sambil

