bab 94

2446 Words

"Kamu ngapain sih, Sayang? Kok senyum senyum sendiri gitu?" tanya Meisya yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan wajah, menggosok gigi dan mengganti pakaiannya dengan piyama karena wanita itu sudah bersiap untuk tidur, Abraar sudah tertidur di kamarnya sejak beberapa saat yang lalu. Rasa penasaran itu membuat Meisya ikut duduk di sebelah sang suami yang bersandar santai pada kepala ranjang sambil memainkan ponselnya, lelaki tampan itu bahkan sampai tertawa cekikikan. Itulah yang membuat Meisya semakin merasa penasaran. Samuel tidak menjawab tetapi malah menunjukkan ponselnya yang menampilkan chat room-nya dengan Reza. [Ada apa tadi telepon, Pak? Hapeku ketinggalan.] Pesan yang Reza kirim setelah pemuda itu melanglang buana tanpa kejelasan mengikuti kata hati yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD