Rencana Balas

1100 Words

“Aku gak suka berbasa-basi,” kata Nindya dingin, matanya menatap langsung ke arah Adrian. “Jadi kita langsung saja. Kamu datang ke sini untuk apa?” Adrian tersenyum tipis, duduk dengan santai seolah tidak berada di rumah orang lain. “Aku suka cara kamu bicara. Langsung ke inti.” Ia menyandarkan punggungnya. “Tapi sayangnya, tujuan kedatanganku gak sesederhana itu.” Nindya tidak duduk. Ia tetap berdiri, menjaga jarak. Sementara itu, ibunya Arman memilih diam di sudut ruangan, jelas gelisah. “Kamu bekerja untuk Ratna,” lanjut Nindya. Adrian mengangkat alis. “Bekerja? Kata yang menarik. Kita sebut saja… membantu.” Nindya menyipitkan mata. “Membantu untuk menjatuhkan aku?” Adrian tidak langsung menjawab. Ia justru memperhatikan Nindya lebih dalam, seolah menilai sesuatu. “Kamu tahu,” ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD