Ancaman Baru

1412 Words

“Aku harap kamu benar-benar tahu apa yang kamu minta, Ratna.” Suara laki-laki itu terdengar rendah dan penuh tekanan dari seberang telepon. Ratna terdiam sejenak, jemarinya mengetuk pelan setir mobil. “Aku tidak akan menghubungimu kalau ini bukan sesuatu yang penting,” jawabnya tenang. Hening beberapa detik. “Sudah lama sekali kamu gak mencari aku,” lanjut pria itu. “Dan setiap kali kamu kembali… selalu ada masalah besar.” Ratna tersenyum tipis. “Bukannya kamu suka tantangan?” Pria itu tertawa kecil. “Tergantung seberapa berbahaya.” Ratna menatap hujan di luar yang mulai mereda. “Kali ini… cukup berbahaya.” Di sisi lain kota, pria itu berdiri di balkon kamar kostnya. Lampu kota berkelip di bawahnya, menciptakan suasana yang dingin dan jauh. Namanya Adrian. Ia bukan sekadar kenalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD